TERKINI
Gerak Cepat Atasi Genangan, Bupati Rohil Perintahkan PUPR Intensifkan Normalisasi DrainasePHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaPemkab Rohil Perkuat Pengawasan Pajak dan Tata Kelola Keuangan KepenghuluanBupati Rohil Resmikan Pelayanan Bijak Satu Atap di Rimba Melintang, Akses Layanan Warga Makin MudahPasca Kebakaran di Bagan Barat, Pemkab Rohil Salurkan Bantuan bagi Warga TerdampakSekitar 80 Sekolah di Rohil Terima Program Revitalisasi, Disdikbud Tegaskan Hanya Lakukan PengawasanPercepat Digitalisasi Birokrasi, Bupati Rohil Tinjau Perekaman TTE PPPK Paruh WaktuRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut Asap

80 Persen Usaha Mikro Terdampak Covid-19

80 Persen Usaha Mikro Terdampak Covid-19

 Berdasarkan data Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop UMKM) Kota Pekanbaru, ada 14.120 UMKM. Dari total itu, 7.888 usaha mikro terdampak pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

"Data per hari ini, terdata sebanyak 14.120 UMKM. Bulan April kemarin kita mendata pelaku-pelaku UMKM yang terdampak Covid, itu sebanyak 7.888. Terdampak maksudnya, dulu misalnya usahanya 100 keuntungannya, sekarang tinggal 50," terang Kepala Diskop UMKM Kota Pekanbaru, Dr. Idrus, S.Ag, M.Ag kepada media, Selasa (11/8).

Ia mengungkapkan, di tengah pandemi ini, masyarakat lebih berhati-hati untuk berbelanja.

"Karena saat ini orang berhati-hati untuk berbelanja. Selain itu orang banyak membuat sendiri di rumah. Yang terdampak itu yang mikro," jelas Idrus.

Diuraikannya, dari 14.120 UMKM, 80 persen adalah usaha mikro. Selebihnya usaha kecil dan usaha menengah. Untuk usaha mikro, disampaikan mantan Kabag Kesra ini, diperkirakan lebih kurang sekitar 11 ribu.

"Usaha mikro itu modalnya atau asetnya, antara 0 sampai Rp50 juta. Kalau usaha kecil, dari Rp50 juta sampai 300 juta asetnya. Kalau menengah Rp500 juta sampai Rp1 miliar," jelas Idrus.