TERKINI
Gerak Cepat Atasi Genangan, Bupati Rohil Perintahkan PUPR Intensifkan Normalisasi DrainasePHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaPemkab Rohil Perkuat Pengawasan Pajak dan Tata Kelola Keuangan KepenghuluanBupati Rohil Resmikan Pelayanan Bijak Satu Atap di Rimba Melintang, Akses Layanan Warga Makin MudahPasca Kebakaran di Bagan Barat, Pemkab Rohil Salurkan Bantuan bagi Warga TerdampakSekitar 80 Sekolah di Rohil Terima Program Revitalisasi, Disdikbud Tegaskan Hanya Lakukan PengawasanPercepat Digitalisasi Birokrasi, Bupati Rohil Tinjau Perekaman TTE PPPK Paruh WaktuRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut Asap

Sekwan Minta Maaf Tidak Semua Tokoh Terima Undangan Paripurna HUT Riau

Sekwan Minta Maaf Tidak Semua Tokoh Terima Undangan Paripurna HUT Riau
Sekwan DPRD Riau, Muflihun

Sekretaris DPRD Riau, Muflihun meminta maaf atas adanya tokoh-tokoh masyarakat Riau yang tidak terundang salam paripurna HUT ke-63 Provinsi Riau, Ahad (9/8/2020).

Untuk diketahui memang pada Sidang Paripurna DPRD Riau dalam rangka HUT ke-63 Provinsi Riau, di tengah kondisi pandemi Covid-19, panitia hanya menyebar sebanyak 300 undangan untuk langsung hadir di DPRD. Jumlah tersebut jauh berkurang dari tahun-tahun biasanya yang mencapai 1.100 undangan. Namun, sisanya adalah undangan untuk mengikuti secara virtual.

Muflihun mengatakan, bahwa ada dua jenis undangan yang disebar, yakni undangan untuk menghadiri langsung dan undangan untuk menghadiri dengan virtual zoom.

Muflihun mengakui, ada beberapa tokoh masyarakat yang tak terundang dalam paripurna HUT Riau tersebut, diantaranya adalah Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) yang juga merupakan mantan Ketua DPRD Riau, DR.drh Chaidir, dan Tokoh Masyarakat Azlaini Agus.

Muflihun mengatakan, bahwa pihaknya sebenarnya mengundang kedua tokoh tersebut untuk hadir langsung mengikuti acara di gedung dewan.

"Saya selaku Sekretaris DPRD Riau meminta maaf sebesar-besarnya kepada tokoh masyarakat yang tak terundang dalam paripurna HUT Riau ke 63. Kita menyesali apa yang telah terjadi. Sebenarnya pada saat membuat undangan, semuanya kita masukkan dan undangannya ada," kata Muflihun, Senin (10/8/2020).

Muflihun menjelaskan, kesalahan bukan terjadi pada saat menentukan siapa saja yang terundang. Namun, karena adanya salah seorang staf di Bagian Umum Setwan yang ditugaskan untuk mengantarkan undangan langsung kepada para tokoh masyarakat yang tak mengantarkannya.

"Jadi saya minta maaf atas hal itu. Ini karena adanya staf di Bagian Umum yang mengaku kewalahan karena ditugaskan mengantarkan undangan ke beberapa tokoh. Namun, salahnya staf tersebut tidak koordinasi sama kita, jadi rupanya tak tersampaikan undangannya," cakap pria yang biasa disapa Uun itu lagi.

"Jadi itulah yang membuat akhirnya pak Chaidir sebagai mantan ketua DPRD dan Ketum FKPMR tak terundang, dan juga buk Azlaini Agus juga tak terundang. Kami mohon maaf sepenuh hati," imbuh Uun.

Sementara, Ketua Umum FKPMR, Chaidir membenarkan bahwa memang dirinya tidak mendapatkan undangan untuk menghadiri paripurna HUT Riau ke 63 tersebut.

 

 

Sumber: mcr