TERKINI
Gerak Cepat Atasi Genangan, Bupati Rohil Perintahkan PUPR Intensifkan Normalisasi DrainasePHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaPemkab Rohil Perkuat Pengawasan Pajak dan Tata Kelola Keuangan KepenghuluanBupati Rohil Resmikan Pelayanan Bijak Satu Atap di Rimba Melintang, Akses Layanan Warga Makin MudahPasca Kebakaran di Bagan Barat, Pemkab Rohil Salurkan Bantuan bagi Warga TerdampakSekitar 80 Sekolah di Rohil Terima Program Revitalisasi, Disdikbud Tegaskan Hanya Lakukan PengawasanPercepat Digitalisasi Birokrasi, Bupati Rohil Tinjau Perekaman TTE PPPK Paruh WaktuRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut Asap

Wali Kota Pantau Razia Masker

Wali Kota Pantau Razia Masker

 Belasan warga Pekanbaru terjaring razia masker di depan kawasan Sukaramai Trade Center, Senin (10/8) pagi. Mereka yang tak ingin membayar denda Rp250.000 harus menjalani kerja sosial menyapu jalan.

Salah seorang warga yang terjaring razia mengatakan, ia terjaring razia karena tak mengenakan masker. Ia juga tak mengetahui mengenai aturan denda bagi yang tak memakai masker.

"Masker saya ketinggalan. Jadinya, saya disuruh menyapu jalan," ujarnya.

Wali Kota Pekanbaru, Dr. H. Firdaus, ST, MT yang langsung terjun ke lokasi, mengatakan, salah satu lokasi razia di pusat kota, Jalan Jenderal Sudirman, yang kepadatan lalu lintasnya tinggi. Ternyata, persentase pelanggar cukup besar.

"Ada sekitar 10 hingga 15 persen warga yang tak mengenakan masker. Pada umumnya mereka terburu-buru berangkat dari rumah," ujarnya.

Wali kota menekankan, penggunaan masker bagi warga Pekanbaru sangat penting. Hal ini untuk kemaslahatan semua warga Pekanbaru.

Warga yang terjaring razia terdiri dari karyawan perusahaan, wirausaha, dan keluarga.