TERKINI
Gerak Cepat Atasi Genangan, Bupati Rohil Perintahkan PUPR Intensifkan Normalisasi DrainasePHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaPemkab Rohil Perkuat Pengawasan Pajak dan Tata Kelola Keuangan KepenghuluanBupati Rohil Resmikan Pelayanan Bijak Satu Atap di Rimba Melintang, Akses Layanan Warga Makin MudahPasca Kebakaran di Bagan Barat, Pemkab Rohil Salurkan Bantuan bagi Warga TerdampakSekitar 80 Sekolah di Rohil Terima Program Revitalisasi, Disdikbud Tegaskan Hanya Lakukan PengawasanPercepat Digitalisasi Birokrasi, Bupati Rohil Tinjau Perekaman TTE PPPK Paruh WaktuRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut Asap

Ahli Epidemiologi Riau Tidak Rekomendasikan Belajar Tatap Muka Siswa TK dan SD

Ahli Epidemiologi Riau Tidak Rekomendasikan Belajar Tatap Muka Siswa TK dan SD

Kebijakan tatap muka secara terbatas harus dikaji dengan matang. Sebab kata Ketua Ahli Epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan, dengan status zona orange Covid-19, penularan Covid-19 masih sangat mungkin terjadi.

Sehingga jika tidak dipersiapkan dengan baik, maka pihaknya khawatir dikemudian hari akan muncul kluster baru dari lingkungan sekolah. Untuk itu, pihaknya kembali mengingatkan kepada kepala daerah untuk kembali mengkaji kebijakan tatap muka di sekolah dengan meminta masuk dari berbagai pihak. Termasuk dari kalangan ahli epidemiologi.

"Itu memang ranahnya kebijakan Walikota, tapi harusnya beliau bisa minta pertimbangan dari berbagai pihak, termasuk dari kita (epidemiolgi) agar kebijakan ini bisa diskusikan seperti apa penerapaanya," kata Wildan, Selasa (17/11/2020). 

"Sebaiknya duduk sama-sama untuk mengambil kebijakan sekolah tatap muka, supaya bisa kita rumuskan seperti apa bentuknya," katanya.

Sebab menurut Wildan, dengan status penyebaran Covid-19 di Kota Pekanbaru yang masih orange patut dilihat perkembangannya. Sebab, zona orange ini baru saja diperoleh oleh Kota Pekanbaru setelah sempat 10 pekan berstatus zona merah Covid-19.

"Harusnya dilihat dulu perkembangan selema beberapa hari kedepan ini seperti apa," ujarnya.

Namun jika kebijakan tatap muka disekolah tersebut tetap juga di jalankan, perhimpunan ahli epidemiologi Riau memberikan sejumlah masukan. Salah satu yang menjadi catatan pentingnya adalah, bawah ahli epidemiologi Riau tidak akan merekomendasikan belajar tatap muka di sekolah untuk siswa TK dan SD. 

"Pertama kami menyarankan agar belajar tatap muka di sekolah ini jangan dimulai dari siswa TK dan SD. Kalau mau tatap muka silahkan dimulai dari jenjang SMP dan SMA dulu. Melihat kondisi saat ini, kita sama sekali tidak merekomendasikan belajar tatap muka di sekolah untuk siswa TK dan SD," katanya. 

Sumber: mc