TERKINI
Gerak Cepat Atasi Genangan, Bupati Rohil Perintahkan PUPR Intensifkan Normalisasi DrainasePHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaPemkab Rohil Perkuat Pengawasan Pajak dan Tata Kelola Keuangan KepenghuluanBupati Rohil Resmikan Pelayanan Bijak Satu Atap di Rimba Melintang, Akses Layanan Warga Makin MudahPasca Kebakaran di Bagan Barat, Pemkab Rohil Salurkan Bantuan bagi Warga TerdampakSekitar 80 Sekolah di Rohil Terima Program Revitalisasi, Disdikbud Tegaskan Hanya Lakukan PengawasanPercepat Digitalisasi Birokrasi, Bupati Rohil Tinjau Perekaman TTE PPPK Paruh WaktuRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut Asap

Pemprov Riau Minta Rumah Sakit di Daerah Dimaksimalkan untuk Penanganan Pasien Covid-19

Pemprov Riau Minta Rumah Sakit di Daerah Dimaksimalkan untuk Penanganan Pasien Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Kamis (10/9/2020) mengungkapkan, banyaknya pasien dari luar daerah yang dirawat di rumah sakit yang ada di Pekanbaru selain disebabkan karena pasien yang memilih rumah sakit yang lengkap fasilitasnya, juga disebabkan karena adanya pemeriksaan swab mandiri yang dilakukan pasien di rumah sakit swasta di Pekanbaru. 

Sehingga saat pasien dinyatakan positif Covid-19 langsung dirawat di rumah sakit tersebut. Padahal mereka berasal dari daerah di luar Kota Pekanbaru. Akibatnya, pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit yang ada di Pekanbaru membludak. Bahkan sejumlah rumah sakit di Pekanbaru mulai penuh. 

"Itulah yang menyebabkan kondisi rumah sakit di Kota Pekanbaru itu banyak yang penuh," ujarnya.

Secara umum, di Provinsi Riau, kata Mimi, jumlah ruang isolasi yang disiapkan sebanyak 1078 tempat tidur. Dari jumlah tempat tidur yang disiapkan tersebut jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 549 pasien. Artinya masih tersisa 529 tempat tidur lagi.

Namun tempat tidur yang masih kosong tersebut sebagian besar ada di rumah sakit di luar Kota Pekanbaru. Sebab untuk rumah sakit di Pekanbaru sebagian besar sudah penuh. 

"Memang yang banyak itu di Pekanbaru, karena dari daerah itu dikirim ke Pekanbaru, makanya kondisi di Pekanbaru agak padat. Makanya pak Gubernur meminta yang di daerah itu selagi masih bisa ditangani di rumah sakit yang ada di daerah tidak perlu dikirim ke Pekanbaru. Cukup dirawat di daerah saja," katanya.