Mengapa Muharram Jadi Bulan Pertama Kalender Islam Bukan Rabiul Awal?
Kalender Hijriah menjadi acuan penanggalan Islam. Di dalamnya terdapat 12 bulan dan sekitar 354-355 hari selama satu tahun.
Kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya sehingga dalam setahun jumlah harinya lebih sedikit 11 hari dari pada Masehi yang mengacu pada peredaran matahari (sekitar 365-366 hari).
Amirul Mukminin Umar bin Khattab merupakan orang yang menetapkan kalender Hijriah. Ia menjadikan hijrah Nabi Muhammad ke Kota Madinah sebagai permulaan dari kalender Islam tersebut.
Umar bin Khattab menilai, hijrah Nabi Muhammad adalah peristiwa besar dalam sejarah Islam. Karena pada saat hijrahlah dakwah Islam menjadi semakin kuat dan gemilang.
Dalam kalender Hijriah, Muharram menjadi bulan pertama. Bukan Rabiul Awwal. Padahal, Nabi Muhammad berhijrah dari Makkah pada bulan Shafar dan tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal tahun ke-14 kenabian.
Merujuk pada buku Membaca Sirah Nabi Muhammad Saw dalam Sorotan Alquran dan Hadis-hadis Shahih yang ditulis oleh M Quraish Shihab, penentuan Muharram sebagai bulan pertama di kalender Hijriah didasarkan pada kesepakatan untuk melakukan hijrah. Bukan pada proses pelaksanaan hijrah.
Dikutip dari nu.or.id, beberapa ahli menilai bahwa permulaan hijrah justru terjadi pada bulan Muharram bukan Rabiul Awal. Ini berpacu pada Baiat Aqabah kedua yang terjadi pada bulan Dzul Hijjah.
Ditetapkan pada Masa Kekhalifahan Umar bin Khattab
Kalender Hijriah ditetapkan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, pada tahun ke-16 Hijriyah. 16 Tahun setelah peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad.
Sebelum ada kalender Hijriah, umat Islam terkadang menggunakan Tahun Gajah atau peristiwa-peristiwa besar lainnya dalam sejarah peperangan orang Arab sebagai patokan penanggalan.
Penetapan kalender Hijriah oleh Umar bin Khattab bukan tanpa perbandingan dengan sistem penanggalan yang sudah ada. Umar pernah membandingkan sistem penanggalan Hijriah dengan kalender Persia dan Romawi.
Hasilnya, kalender Hijriah lebih cemerlang dari pada kalender Persia dan Romawi. Kalender Islam telah menerjemahkan peristiwa besar dalam sejarah dunia, yaitu hijrahnya Nabi Muhammad ke Kota Madinah.
Misi Umar bin Khattab
Ada ‘misi khusus’ di balik keputusan Umar bin Khattab membuat kalender baru tersebut, yakni persatuan Arab di bawah naungan Islam. Demikian disebutkan Muhammad Husain Haekal dalam bukunya Umar bin Khattab.
Misi Umar tersebut semakin kokoh manakala pasukan umat Islam berhasil membebaskan beberapa wilayah di luar semenanjung Arab; menaklukkan beberapa daerah seperti Kisra, Kaisar, Madain, dan Yerusalem hingga mendirikan Masjidil Aqsa di samping Gereja Anastasis.
.png)



Komentar Via Facebook :