TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

Tekankan Target Zero Stunting di Kabupaten Bengkalis, Berikut Disampaikan Bupati Kasmarni

Tekankan Target Zero Stunting di Kabupaten Bengkalis, Berikut Disampaikan Bupati Kasmarni

BENGKALIS – Bupati Bengkalis, Kasmarni, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan permasalahan stunting hingga mencapai target nol kasus di wilayahnya.

Pesan tersebut disampaikan melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting di Ruang Rapat Bappeda Bengkalis, Selasa, 12 Agustus 2025.

Kasmarni mengapresiasi penurunan signifikan angka stunting dari 17,9 persen pada 2023 menjadi 12,5 persen pada 2024. Namun, ia menekankan agar penurunan ini tidak membuat semua pihak berpuas diri.

“Bupati tidak ingin ada lagi lokus maupun kasus stunting baru di Kabupaten Bengkalis,” ujar Johansyah.

Untuk itu, seluruh perangkat daerah dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) diminta memprioritaskan program intervensi yang bersifat holistik dan terintegrasi.

Kasmarni juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di “Negeri Junjungan” menjadikan upaya pencegahan dan penurunan stunting sebagai gerakan bersama yang diwujudkan melalui aksi nyata.

Ia berharap rakor kali ini menghasilkan strategi dan evaluasi yang lebih efektif demi mempercepat capaian target zero stunting.

Acara tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, Juliana, serta Direktur Poltekkes Kemenkes Riau, Ruly Hervrialni. Turut hadir Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, H. Hambali, Kepala Dinas Kesehatan, Ermanto, serta sejumlah pejabat Pemkab Bengkalis lainnya. (Inf/Rhmt)