TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

Sistem Pertanian Modern Sudah Diterapkan di Kampar, Hemat Biaya Panen 40 Persen

Sistem Pertanian Modern Sudah Diterapkan di Kampar, Hemat Biaya Panen 40 Persen

KAMPAR – Untuk program ketahanan pangan, pertanian di Kabupaten Kampar sudah menggunakan sistem pertanian modern. Mulai dari pengolahan lahan sampai panen menggunakan mesin sehingga bisa menghemat biaya petani.
diuji coba penggunaan alat Combine Harvester memanen padi Kelompok Tani  Takbau I di Desa Binuang, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Kamis (5/12/2024).

Dengan menggunakan Combine harvester atau alat panen modern untuk memudahkan kerja petani serta menghemat biaya panen padi hingga 40 persen.

Mesin kombinasi dari tiga fungsi yang berbeda, memotong, merontokan, dan menampi padi dalam satu rangkaian operasi.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar Nurilahi Ali melalui Kabid Sarana dan Prasana Jhon Mainir menjelaskan, penggunaan combine harvester sangat-sangat menghemat waktu kerja. Selain itu dapat menekan biaya panen. Dan sangat menguntungkan petani.

’’Combine harvester atau alat panen modern untuk memudahkan kerja petani serta menghemat biaya panen padi hingga 40 persen. Mesin kombinasi dari tiga fungsi yang berbeda, memotong, merontokan, dan menampi padi dalam satu rangkaian operasi,’’ jelas Jhon Mainir.

Jhon Mainir  menjelaskan,  pemakaian combine harvester ukuran kecil hanya memakan waktu 2-3 jam per hektare. Selain itu, sudah bersih terpotong hingga pangkal batang. Sehingga memperkecil kehilangan hasil panen dibanding menggunakan cara konvensional.

"Dengan menggunakan combine harvester cukup efisiensi, menekan biaya. Ini  mengatasi semakin sulitnya mencari tenaga kerja pertanian," jelasnya.

Jhon Mainir menambahkan, selama ini, dalam setiap panen petani harus merogoh kocek yang dalam untuk biaya panen. Untuk upah pekerja, pengipasan hingga pengangkutan. Bahkan, waktu bekerja untuk satu hektare sawah bisa seharian atau bahkan lebih.

"Setelah menggunakan combine harvester cukup hanya dengan waktu lebih kurang 3 jam," tegasnya.

Jhon Mainir mengharapkan dengan adanya alat combine harvester bisa membantu mempercepat panen akan lebih meningkatkan kesejahteraan petani dan dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

"Dengan combine harvester meningkatkan kualitas produksi hasil pertanian, memperbaiki kualitas hasil pertanian, membantu pelaksanaan tanam serempak dan meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.