TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

Songsong New Normal, Siak Bersih COVID-19 dan PDP

Songsong New Normal, Siak Bersih COVID-19 dan PDP

SIAK. Superriau.com - Dalam mematangkan persiapan menuju era normal baru atau New Normal, Pemkab Siak tidak terbebani kasus positif COVID-19. Sebab, tiga santri klaster Pesantren Temboro, Magetan, Jawa Timur yang sebelumnya dinyatakan positif Corona telah sembuh dan sudah diperbolehkan pulang.

"Alhamdulillah, di tengah persiapan kita menyusun skema New Normal, semua pasien postif Corona sudah sembuh. Dan PDP di Siak juga nihil," kata Bupati Siak Alfedri kepada Gatra.com, Kamis (4/6).

Sebelumya, ada tiga santri klaster Magetan yang dinyatakan positif Corona dari hasil Swab. Ketiga santri itu, MY (16) warga Suak Lanjut, AMS (18) dari Kecamatan Dayun dan RAN (18) dari Kecamatan Mempura, Siak. "Artinya fokus kita tinggal mematangkan persiapan New Normal," kata dia.

Ada dua sektor yang menjadi prioritas awal Pemkab Siak saat New Normal nanti yaitu pendidikan dan ekonomi. Di pendidikan, kata Alfedri, selain setiap sekolah akan menerapkan jaga jarak dan siswa diwajibkan pakai masker, pihaknya juga tengah mempersiapkan skema masuk sekolah dua shift, pagi dan siang.

"Kalau untuk mendorong stabilitas ekonomi masyarakat, kita sudah siapkan proposal pemberdayaan ekonomi atau recovery ekonomi ke pusat. Tujuannya, agar UMKM yang ada di Siak, seperti penjahit dan lainnya bisa terbantu saat pelaksanaan New Normal nanti," kata dia.(Op)