TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

Kadis Kesehatan Kampar Buka Kegiatan Orientasi CE Kits Kader Puskesmas

Kadis Kesehatan Kampar Buka Kegiatan Orientasi CE Kits Kader Puskesmas

KAMPAR - Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar buka kegiatan Orientasi CE Kits Kader Puskesmas program JHCCP/breakhthrough action for covid 19 yang bertempat di aula kantor Bupati Kampar.

Kegiatan yang bertujuan untuk melahirkan agen-agen perubahan di masyarakat itu, dalam hal pelaksanaan vaksin covid 19. Dimana terutama dosis ke tiga atau booster tersebut, merupakan kegiatan yang berkerjasama antara kementerian kesehatan RI dan USAID Amerika.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilaksanakan. Kita berharap, banyak lahir agen-agen perubahan di tengah masyarakat, sehingga kita lebih siap menghadapi Pandemi covid-19 saat ini," kata Kadis Kesehatan Zulhendra, Sabtu (16/7/22).

Ia menjelaskan, kerjasama antara Kementerian Kesehatan RI dan USAID Amerika tersebut, juga merupakan kegiatan yang berupaya untuk memberikan jaminan kesiapan kita dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dimana, katanya, terutama dalam memberikan vaksin ke tiga atau vaksin boster kepada masyarakat.

"Vaksin boster merupakan vaksin yang penting untuk diterima oleh masyarakat guna memberikan kekebalan tubuh di tengah covid-19 yang sudah mulai melanda di negeri kita saat ini," beber Zulhendra.

Ia menambahkan, vaksin boster merupakan vaksin yang penting untuk diterima masyarakat. Vaksin boster yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat merupakan salah satu upaya yang dapat dilaksanakan oleh pemerintah dalam memberikan jaminan dan perlindungan bagi masyarakatnya dalam menghadapi Pandemi covid-19 saat ini.

Kegiatan NGO USAID hanya di lakukan di 5 provinsi, seperti Provinsi NTT, Provinsi JATIM, Provinsi SUMSEL, Provinsi KALTIM dan Provinsi RIAU. 

"Dengan terlaksananya kegiatan ini, yang dapat menciptakan agen-agen perubahan di tengah masyarakat, kita optimis capaian vaksinasi Covid 19 dosis ketia atau Bioster bisa melebihi target provinsi," tandas Zulhendra lagi.

Pada juga dihadiri oleh  Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Poppy Rahmadini, SKM,M.Si, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Haryanto, SKM, Kepala Puskesmas Bangkinang Kota, dr.Yudi Susanto, MKM.

Juga turut dihadiri seluruh peserta kader terpilih untuk menjadi Agent of Change (OAC) yang terdiri dari petugas kesehatan Puskesmas, Bidan Desa, Kader posyandu, ormas/salimah, Penyuluh Agama, Kader pembangunan manusia, serta  TKSK yang berasal dari dua Puskesmas, yakni Puskesmas Bangkinang Kota dan Puskesmas Salo.

Ia juga menuturkan, peserta berjumlah sekitar 50 orang peserta, dengan 2 fasilitator serta 2 co fasilitator yang memfasilitasi kegiatan ini.

"Kegiatan orientasi dimulai dengan perkenalan dari fasilitator dan peserta, lalu dilanjutkan dengan kegiatan presentase untuk memetakan pemahaman peserta terhadap materi yang akan disampaikan," ujarnya 

Zulhendra berharap, semoga kegiatan tersebut dapat berjalan lancar. Semoga para peserta mendapatkan ilmu dan pengetahuan.

"Para peserta yang sudah mengikuti kegiatan tersebut, diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan alat bantu KIE, dalam menyampaikan informasi yang tepat dan benar kepada masyarakat terkait dengan vaksinasi covid 19, terutama pada sasaran prioritas dan populasi umum dosis 2 dan booster," pungkas Zulhendra.***