TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

Angin Puting Beliung Rusak 17 Rumah Warga

Angin Puting Beliung Rusak 17 Rumah Warga

JAKARTA - Sebanyak 17 rumah warga Kabupaten Mamuju mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju melaporkan bahwa wilayah terdampak berada di Desa Papalang, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Jumlah rumah rusak mencapai 17 unit dengan rincian tingkat kerusakan sebagai berikut, rumah rusak berat 7 unit, rusak sedang 4 dan rusak ringan 6.

Fenomena angin puting beliung ini terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang mengakibatkan sejumlah pemukiman rumah warga mengalami kerusakan pada Rabu (15/9) Pukul 17.00 WITA.

Sebanyak 31 KK atau 119 jiwa terdampak atas fenomena ini. Dilaporkan juga terdapat 7 KK memilih mengungsi di keluarga terdekat dikarenakan kondisi rumah yang terdampak.

"Mereka masih mengungsi dirumah keluarga masing-masing, sambil memperbaiki rumah yang terdampak," ujar Taslim Sukirno Kalaksa BPBD Kab Mamuju melalui pesan singkat, Jumat (17/9).

Taslim menambahkan, pihaknya juga segera menerjunkan Tim Teaksi Cepat (TRC) sesaat setelah kejadian untuk melakukan assesmen terhadap dampak kejadian ini. Berdasarkan hasil assesmen sementara, kebutuhan mendesak yang diperlukan yakni terpal, beras, dan makanan siap saji.

"Kemarin Kami (BPBD Kab Mamuju) sudah memberikan bantuan beras, selimut, terpal, sesuai dengan hasil assesemen dilapangan," ujar Taslim.

Hingga kini, dilaporkan situasi sudah kondusif, para warga dibantu  relawan secara gotong royong melakukan pembersihan pohon yang tumbang serta perbaikan rumah yang terdampak. 

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan sebagian besar wilayah Sulawesi Barat memasuki musim hujan pada bulan September hingga November. 

Pada masa peralihan musim ini, BNPB menghimbau bagi masyarakat untuk waspada terhadap potensi angin kencang, hujan deras dalam waktu singkat, puting beliung serta potensi cuaca yang memicu terjadinya bahaya hidrometeorologi.

Masyarakat juga dapat memantau informasi prakiraaan cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk.**

Sumber: Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB