TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

Pemerintah Bertanggung Jawab Atas Hak Rakyat Atas Air Minum

Pemerintah Bertanggung Jawab Atas Hak Rakyat Atas Air Minum

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyebutkan bahwa negera dalam hal ini pemerintah mempunyai tanggung jawab dalam menjamin pemenuhan hak rakyat atas air minum dan akses terhadap air minum. Sektor air minum memiliki fungsi sangat penting dalam mendukung pembangunan pemukiman yang layak huni dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikannya pada peresmian groundbreaking Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar Kapasitas 1.000 liter per detik di Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (19/11/2020).

"Hal ini karena sektor air minum berkaitan erat terhadap kesehatan pola hidup kondisi lingkungan pemukiman dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Syamsuar mengungkapkan, air minum merupakan kebutuhan pokok bagi semua orang sehingga mempunyai peran vital terhadap kehidupan masyarakat. Semakin berkualitas air minum yang dikonsumsi maka akan semakin meningkat pula kualitas hidup masyarakatnya.

"Kita berharap sarana penyediaan air minum dari proyek ini sudah dapat dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat Kota Pekanbaru Selatan dan Kabupaten Kampar yang direncanakan pada tahun 2022 yang akan datang," ungkapnya.

Kemudian, karena hal tersebut tentunya penyusunan jadwal pekerjaan konstruksi dilakukan dengan baik dan dibangun sinergi antar stakeholder yang terlibat dalam proyek ini. Hal ini agar tentunya proyek besar ini mudah-mudahan dapat terwujud sesuai dengan rencana yang telah dipersiapakan dari perusahaan yang mengelola proyek saat ini.

Dijelaskannya, target air minum perpipaan tahun 2024 sebanyak 30 persen sedangkan untuk dimaklumi di Provinsi Riau akses air minum per pipaan baru 5,05 persen. Jadi masih berat tugas Pemda ini terkhusus kepada Walikota/Bupati mudahan-mudahan bisa tercapai 30 persen.

"Karena saat ini Pemprov Riau baru 5,05 persen, memang sekarang ada SPAM mikrolis yang sedang dibangun dan mudah-mudahan juga tahun 2022 sudah bisa diakses juga oleh masyarakat kita. Dan saat ini baru bisa diakses sebahagian penduduk yang ada di Kabupaten Rokan hilir dan tahun 2021 ini masih berlanjut pembangunannya," tutupnya.