TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

Jokowi: Negara Maju dan Berkembang Sama-Sama Tak Siap Hadapi Covid-19

Jokowi: Negara Maju dan Berkembang Sama-Sama Tak Siap Hadapi Covid-19

Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan yang sangat berat akibat pandemi Covid-19. Dia menyebut 215 negara saat ini tengah dihadapkan terhadap persoalan kesehatan dan ekonomi yang sangat rumit.

"Tidak ada satu negara pun yang mempunyai pengalaman untuk itu. Negara maju atau negara berkembang sama-sama tidak siap menghadapi tantangan ini," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Dies Natalis ke-63 Universitas Padjajaran secara virtual, Jumat (11/9/2020).

Jokowi menekankan perlunya strategi yang luar biasa untuk menyelesaikan krisis kesehatan dan ekonomi ini. Menurut dia, budaya dan pola kerja masyarakat harus berubah di masa pandemi corona.

"Mindset kita harus berubah, budaya kerja kita harus berubah, cara kerja kita juga harus berubah. Dalam kehidupan sehari-hari banyak perubahan dalam standar keseharian kita," ujarnya.

Dia menuturkan perubahan budaya harus diterapkan dalam kehidupan sehari-sehari. Misalnya, menjaga jarak, memakai masker, pelindung wajah atau faceshield saat berada di luar rumah. Hal yang dulu tak wajar itu kini harus menjadi sebuah keharusan.

"Kita harus bekerja dari rumah, kuliah dari rumah dan bersilaturahmi secara virtual. Semua yang dulu dianggap tidak wajar sekarang menjadi keharusan," ucap dia.

Standar Normal Berubah

Selain itu, Jokowi menyampaikan standar normalitas juga telah berubah. Bukan hanya normalitas terkait kesehatan, namun juga terkait budaya kerja dan cara kerja. Normatilas baru pun harus diterapkan dalam proses belajar mengajar di universitas.

"Kita tak boleh terjebak dalam rutinitas. Kita harus punya waktu, energi, dan keberanian untuk melakukan perubahan. Kita harus terus menerus mengembangkan inovasi dengan memanfaatkan dan mengembangkan Iptek," tutur Jokowi.

Sumber: liputan6