TERKINI
PHR Investasi pada SDM, Dorong Generasi Muda Riau Siap Hadapi Dunia KerjaRapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Rohul Ke27, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan AnggaranBupati Kampar, Ahmad Yuzar Ajak Pengurus Baru LAK Sinergi Bangun Kabupaten KamparBupati Anton Paparkan Capaian Pembangunan pada Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rokan HuluDukung Atlet Disabilitas, Wabup Kampar, Misharti Lantik SOIna sekaligus Lepas Kontingen NasionalDisdikpora Kampar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Akibat Dampak Kabut AsapKades Birandang dan Petani Berikan Apresiasi Kepada Wabup Kampar Atas Rehabilitasi Daerah IrigasiPembelajaran Jarak Jauh Akibat Kabut Asap Diterapkan Disdikpora KamparWabup Kampar Ajak Lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru Berkontribusi dalam Pembangunan DaerahHut Ke 25 Tahun, Partai Demokrat Kampar Gelar Kemah di Tepi Sungai SubayangWabup Bengkalis Pimpin Upacara Hari Koperasi: Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi RakyatFinal Piala Dunia FIFA 2026, Pemkab Rohil Gelar Nobar dan Sediakan Hidangan Gratis

Pamerkan Patung Wanita Telanjang Direktur Meseum Mundur

Pamerkan Patung Wanita Telanjang Direktur Meseum Mundur
meseum

Internasional - Direktur museum seni Kirgistan, Mira Djangaracheva mengundurkan diri usai menggelar pameran seni feminisme. Pameran bertajuk kebebasan ekonomi perempuan itu dikecam karena menampilkan wanita telanjang.

Dia mengaku mundur secara sukarela menyusul reaksi negatif dari kaum konservatif. Selain itu, kata dia, para stafnya juga mendapat ancaman.

"Sayang sekali ini diprakarsai oleh orang-orang yang belum pernah ke museum," kata dia lewat akun Facebook, Senin (02/12/19) seperti dikutip dari AFP.


Pameran tersebut menampilkan tubuh perempuan dalam karung tinju. Seniman Denmark Julie Savery turut memerankan perempuan telanjang untuk menyoroti kondisi buruk para pekerja seks.

Panitia mendedikasikan pameran ini untuk mengenang 17 perempuan imigran asal Kirgistan  yang tewas dalam kebakaran gudang di Moskow pada 2016 lalu. Namun, pameran seni ini menuai kecaman.

Kementerian Budaya Kirgistan mengkritik pameran tersebut karena menggunakan bahasa provokasi sehingga membuat kesal pengunjung.

Anggota parlemen Makhabat Mavlyanova menjadi salah satu kaum konservatif yang menyerukan pemecatan Djangaracheva.

Mavlyanova pernah terlibat pertikaian dengan kaum sekuler terkait gaun pengantin yang terbuka di bagian bahu.

Kelompok feminis dan LGBT seringkali mendapat serangan di Kirgistan. Mereka memilih kabur dari negara mayoritas Muslim itu dan terbang ke Rusia.

Hingga saat ini ratusan ribu orang Kirgistan dilaporkan telah bekerja di Moskow dan kota-kota lain di Rusia.

Sumber: cnn